Jakarta -- Pendiri Ashabul Kahfi Islamic Centre Sydney, Australia, Ustaz Dr H Teuku Chalidin Yacob MA, menegaskan bahwa salah satu pilar dari ajaran Islam yang paling penting adalah akhlak mulia. Hal ini diperkuat dengan sebuah hadits yang mengatakan Nabi Muhammad SAW diutus kepada umat manusia untuk menyempurnakan akhlak.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa
akhlak merupakan buah yang dihasilkan dari proses menerapkan aqidah dan
syariah/ibadah. “Ibarat pohon, akhlak merupakan buah kesempurnaan dari
pohon tersebut setelah akar dan batangnya kuat. Sehingga, tidak mungkin
akhlak ini akan terwujud pada diri seseorang jika dia tidak memiliki
aqidah dan syariah yang baik,” ujarnya saat mengisi pengajian rutin
Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak,
Jeulingke, baru-baru ini.
“Akhlak ini begitu penting kedudukannya
dalam Islam yang beriringan dengan aqidah dan kualitas iman seorang
muslim, bahkan kita dengan mudah bisa menilai keislaman seseorang hanya
dengan akhlaknya, bukan ibadahnya,” tambah Ustaz Chalidin Yacob.
Selama ini, kata dia, kita sering
melihat seseorang muslim yang kelihatannya ibadahnya sangat rajin, namun
kadang akhlaknya kurang. Padahal dalam Islam hubungan baik bukan hanya
terhadap Allah (hablum minallah), namun juga terhadap manusia (hablum
minannas). Keduanya harus seimbang.
Tak jarang ada juga orang alim (berilmu)
yang kurang ramah dan baik sesamanya. Juga ada muslim yang kelihatannya
“saleh” namun perkataannya kerap menyakitkan hati dan perasaan orang
lain. Bagaimana akhlak terhadap sesama, pada orangtua dan yang lebih
muda, bahkan terhadap lingkungan, menunjukkan kualitas muslim.
“Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa
tujuan beliau diutus adalah untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Artinya
jika akhlak seseorang buruk, maka dia bukanlah orang yang saleh meski
terlihat rajin shalat, puasa, zakat, haji, dan bebagai ibadah lainnya,”
tegasnya.
Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI)
Australia ini menyebutkan, seperti yang terlihat di Australia, orang
luar Islam itu tertarik pada Islam bukan karena kealiman orang Islam
sendiri. Juga bukan pada yang pandai berceramah menyampaikan Islam
secara lisan, atau rajin beribadah.
Tapi karena akhlak atau dakwah bil hal
yang diperlihatkan dalam kehidupan sehari-hari yang menarik perhatian
orang di luar Islam. Sehingga akhlak dan adab muslim terhadap sesamanya
ini adalah menjadi penentu kemajuan dan kebangkitan Islam saat ini
Australia dan juga di Negara Eropa.
“Saya hanya ingin mengingatkan kita
semua, jangan sampai gara-gara tingkah laku sehari-hari dan akhlak buruk
kita muslim, menyebabkan orang di luar menjadi benci pada Islam, karena
melihat ajaran Islam pada perilaku muslim. Kita harus bertanggungjawab
menjaga ajaran Islam yang positif di mata orang lain dengan
memperlihatkan akhlak yang baik,” ujar Imam Masjid Sydney ini.
Sumber ; gomuslim.co.id

Comments
Post a Comment